UNJA STP2 (1)
Rabuan Series TAG Bahas Hilirisasi Jambi: STP UNJA Siap Jadi Jembatan Inovasi Daerah

Pemerintah Provinsi Jambi kembali menggelar Rabuan Series Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Rabu (30/7), di Aula Bappeda Provinsi Jambi. Agenda kali ini mengangkat topik strategis: Penyediaan Infrastruktur untuk Hilirisasi Komoditas Unggulan Jambi.

Diskusi yang dihadiri lintas sektor—pemerintah, akademisi, dan dunia usaha—dibuka langsung oleh Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Ir. Agus Sunaryo, serta dimoderatori oleh Ir. Ruspen, M.Si. Hadir sebagai narasumber di antaranya Kepala Bappeda, Kepala Bidang Program & Tata Ruang Dinas PUPR, Tenaga Ahli Gubernur Jambi Dr. Ridwansyah, dan Dr. Eng. Bayu Indrawan dari Program Pascasarjana Magister Ilmu Lingkungan UNJA sekaligus inisiator Science Techno Park (STP) UNJA.

Hilirisasi Jadi Arah Resmi Pembangunan Jambi

Dalam pemaparannya, Kepala Bappeda menegaskan bahwa RPJMD Provinsi Jambi 2025–2029 harus berpihak pada agenda hilirisasi komoditas daerah. “Kita tidak bisa lagi hanya mengekspor sawit, karet, atau pinang dalam bentuk mentah. Hilirisasi harus menjadi arah resmi pembangunan,” ujarnya.

Paparan berikutnya dari Dinas PUPR menyoroti tantangan besar dalam pengembangan kawasan industri prioritas seperti Ujung Jabung, Kemingking, Muara Sabak Barat, dan Lontar Papyrus. Meski infrastruktur dasar sudah mulai dibangun, keberhasilan hilirisasi tetap bergantung pada sinergi regulasi, pembiayaan, dan eksekusi nyata.

STP UNJA: Jembatan Inovasi untuk Hilirisasi

Dalam sesi diskusi, Dr. Bayu Indrawan menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi triple helix—pemerintah, akademisi, dan industri—agar hilirisasi tidak berhenti pada wacana.

Inovasi lahir dari interaksi lintas sektor. STP UNJA siap menjadi jembatan antara kebutuhan hilirisasi dengan solusi akademik, mulai dari riset, uji coba teknologi, hingga membangun jejaring industri nasional dan global.

— Dr. Eng. Bayu Indrawan, Inisiator STP UNJA

Melalui STP UNJA, Universitas Jambi berkomitmen mendukung riset terapan, penyediaan fasilitas laboratorium, serta pengembangan teknologi berbasis potensi daerah. Dengan pendekatan ini, hilirisasi tidak hanya menjadi agenda ekonomi, tetapi juga wadah melahirkan technopreneur muda dan inovasi berkelanjutan.

Dari Diskusi ke Aksi Nyata

Rabuan Series kali ini juga menyoroti perlunya skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mempercepat penyediaan infrastruktur strategis. Para peserta mendorong agar hasil diskusi segera ditindaklanjuti dengan regulasi konkret dan pembentukan tim lintas OPD.

Moderator Dr. Fahmi Rasyid menutup diskusi dengan pesan penting: “Yang kita bangun bukan hanya jalan, tetapi jalur distribusi nilai tambah bagi ekonomi Jambi.”

Bagi UNJA, momentum ini semakin menegaskan posisi STP UNJA sebagai katalis hilirisasi riset daerah, memastikan bahwa potensi lokal Jambi tidak lagi berhenti pada bahan mentah, melainkan mampu melahirkan produk inovatif yang berdaya saing global.