Indonesia resmi memasuki babak baru transformasi pendidikan tinggi melalui Rapat Kerja Perdana Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) RI 2025–2029 pada Rabu (20/8). Acara yang dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, para rektor, tokoh pendidikan, serta praktisi industri ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Bagi Universitas Jambi, momentum ini memiliki makna khusus. Dr. Eng. Bayu Indrawan, SE, ST, MT – inisiator Science Techno Park (STP) UNJA – ditetapkan sebagai salah satu anggota DPT RI. Kehadirannya tidak hanya mewakili perguruan tinggi daerah di forum nasional, tetapi juga membawa gagasan besar tentang bagaimana hilirisasi riset berbasis daerah dapat menjadi model transformasi pendidikan tinggi Indonesia menuju era University 4.0.
Hilirisasi Riset: Dari Jambi untuk Bangsa
Dalam paparannya, Dr. Bayu menegaskan bahwa penguatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) harus menjadi fondasi utama untuk melahirkan inovasi dan kemandirian bangsa. Menurutnya, riset yang berhenti di laboratorium tidak akan memberi dampak signifikan tanpa adanya proses hilirisasi yang menjembatani pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan industri.
“STEM + Inovasi + Hilirisasi = Kemandirian dan Teknologi Berkelanjutan. STEM adalah fondasi ilmu pengetahuan, hilirisasi adalah jembatan menuju nilai tambah, sementara kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah adalah katalis untuk menghadirkan teknologi yang mandiri, berkelanjutan, dan kompetitif,”
— Dr. Eng. Bayu Indrawan, Anggota DPT RI 2025–2029 | Inisiator STP UNJA
STP UNJA: Ekosistem Inovasi Berbasis Daerah
Sejak awal, STP UNJA digagas bukan sekadar sebagai infrastruktur fisik, tetapi sebagai ekosistem inovasi yang hidup. Dengan mengakar pada potensi lokal Jambi, STP UNJA diarahkan menjadi pusat hilirisasi riset yang relevan dengan kebutuhan industri, masyarakat, sekaligus mampu bersaing di tingkat global.
Kini, dengan posisi strategis Dr. Bayu di DPT RI, STP UNJA semakin diperkuat sebagai model nasional Science Techno Park berbasis daerah. Konsep ini selaras dengan paradigma University 4.0, di mana perguruan tinggi harus bertransformasi:
-
Dari sekadar mengajar → menjadi pusat penciptaan solusi.
-
Dari sekadar menghasilkan riset → menjadi motor hilirisasi dan inovasi.
-
Dari menara gading → menjadi katalis perubahan sosial-ekonomi yang inklusif.
Dari Kampus ke Indonesia Emas 2045
Transformasi ini akan membawa universitas, khususnya UNJA, menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Dengan memperkuat triple helix collaboration (universitas–industri–pemerintah), STP UNJA siap berperan sebagai motor lahirnya inovasi berkelanjutan, startup teknologi berbasis riset, dan solusi nyata untuk tantangan lingkungan, energi, serta pembangunan daerah.
Kehadiran Dr. Bayu di DPT RI menjadi simbol bahwa inovasi dari daerah dapat memberi dampak di tingkat nasional bahkan global. STP UNJA akan terus menjadi garda depan dalam melahirkan technopreneur, inovator, dan generasi muda yang siap memimpin masa depan.
